Senin, 20 Oktober 2025

Perkenalan

 

Halo semuanya 

Perkenalkan, nama saya Farrel Edviant Batubara, seorang mahasiswa Teknik Informatika yang punya minat besar di dunia teknologi, motoran, dan fotografi. Blog ini saya buat sebagai ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, serta inspirasi dari hal-hal yang saya sukai dan jalani setiap hari.

Saya percaya bahwa setiap hobi bisa menjadi sumber pembelajaran dan peluang baru—mulai dari ngoding yang menantang logika, motoran yang memberi rasa kebebasan, hingga fotografi yang melatih kepekaan terhadap momen dan detail. Yuk, kenalan sedikit dengan tiga dunia yang paling saya tekuni!


1. Programming

Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, saya akrab dengan dunia ngoding, algoritma, dan logika pemrograman. Buat saya, coding bukan cuma tugas kuliah, tapi juga seni dalam menciptakan solusi dari sebuah masalah.
Saya suka bagaimana dari barisan kode sederhana, kita bisa membangun sesuatu yang berguna—entah itu website, aplikasi, atau sistem yang membantu banyak orang.
Di blog ini, saya berencana berbagi tentang perjalanan saya belajar pemrograman, pengalaman menghadapi error yang lucu tapi menantang, serta tips ringan buat teman-teman yang baru mulai di dunia IT.


2. Motoran / Otomotif

Selain duduk berjam-jam di depan laptop, saya juga punya hobi yang cukup kontras—motoran. Bagi saya, naik motor bukan cuma soal perjalanan dari titik A ke B, tapi juga tentang menikmati proses di jalan.
Saat motoran, saya bisa melepas penat, menikmati angin, dan kadang menemukan ide-ide baru yang tidak terpikirkan saat di depan layar. Dunia motoran juga mengajarkan saya arti konsistensi, perawatan, dan tanggung jawab, karena setiap detail kecil—dari oli hingga keseimbangan ban—bisa memengaruhi keseluruhan perjalanan.
Kadang, saya juga suka memotret motor-motor keren yang saya temui di jalan.


3. Fotografi

Fotografi bagi saya adalah cara untuk menangkap momen dan mengabadikan cerita dalam satu bidikan. Lewat kamera, saya belajar melihat dunia dari sudut pandang berbeda—bagaimana cahaya, warna, dan emosi bisa berpadu menjadi karya yang punya makna.
Saya tertarik dengan fotografi jalanan dan otomotif, karena keduanya punya dinamika tersendiri: kecepatan, spontanitas, dan keindahan dalam pergerakan.
Lewat blog ini, saya ingin berbagi hasil foto, cerita di balik pengambilan gambar, serta tips dasar buat teman-teman yang baru mulai belajar fotografi.


4. Mengapa Blog Ini Ada?

Blog ini saya buat sebagai tempat untuk menyalurkan minat dan pengalaman saya di dunia teknologi, motoran, dan fotografi. Isinya akan beragam—mulai dari:

  • Cerita perjalanan saya sebagai mahasiswa Teknik Informatika

  • Tips dan pengalaman belajar coding

  • Cerita seru di jalan saat motoran

  • Hingga hasil foto dan pembelajaran kecil dari dunia fotografi

Saya berharap blog ini bisa menjadi ruang berbagi dan inspirasi, baik untuk sesama mahasiswa, penggemar teknologi, fotografer pemula, maupun teman-teman yang sekadar mencari bacaan ringan dan santai.


Oke, segitu dulu cerita dari saya kali ini. Kalau kamu punya pengalaman atau hobi yang sama, jangan ragu buat berbagi juga ya! Sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya

Tugas Mandiri 2 - Refleksi Pribadi: Motivasi Berwirausaha dan Tanggung Jawab Sosial

Refleksi Pribadi: Motivasi Berwirausaha dan Tanggung Jawab Sosial

Nama: Farrel Edviant Batubara
Prodi: Teknik Informatika

Pendahuluan

Sebagai mahasiswa Teknik Informatika yang memiliki berbagai minat seperti ngoding, motoran, fotografi, dan hal-hal kreatif lainnya, saya mulai melihat bahwa setiap minat yang saya miliki dapat menjadi sumber inspirasi dalam berwirausaha. Dunia teknologi mengajarkan saya berpikir logis dan solutif, dunia motoran menumbuhkan semangat kebebasan dan eksplorasi, sementara fotografi melatih kepekaan terhadap detail dan estetika. Dari kombinasi minat-minat tersebut, saya menyadari bahwa wirausaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga sarana untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan nilai-nilai yang saya yakini dalam kehidupan.


Motivasi Pribadi

Motivasi utama saya dalam berwirausaha berasal dari keinginan untuk mandiri secara ekonomi dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Secara internal, saya ingin mengembangkan potensi diri, membangun sesuatu dari nol, serta membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kreativitas, saya bisa menghasilkan karya yang bernilai. Saya juga memiliki passion dalam bidang teknologi dan desain visual, sehingga saya tertarik untuk menggabungkan keduanya—misalnya dengan membuat usaha berbasis digital kreatif seperti jasa pembuatan website, desain branding, atau konten visual untuk UMKM.

Dari sisi eksternal, saya melihat banyak peluang di sekitar saya. Banyak pelaku usaha kecil yang membutuhkan bantuan dalam digitalisasi usahanya, baik dalam hal promosi online maupun pengelolaan data. Selain itu, dukungan keluarga dan teman-teman yang selalu mendorong saya untuk mencoba hal baru menjadi semangat tambahan yang memperkuat motivasi saya untuk terjun ke dunia wirausaha.


Makna Tanggung Jawab Sosial

Bagi saya, tanggung jawab sosial adalah bagian penting dari setiap usaha. Menjadi wirausaha bukan hanya soal menghasilkan profit, tetapi juga tentang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Saya percaya bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, memiliki peran sosial yang bisa dijalankan. Jika suatu saat saya memiliki bisnis sendiri, saya ingin usaha tersebut ikut memberdayakan masyarakat sekitar—misalnya dengan melibatkan anak muda yang memiliki minat serupa di bidang teknologi atau fotografi, agar mereka bisa belajar sekaligus memperoleh penghasilan.

Selain itu, saya ingin mengedepankan prinsip keberlanjutan, seperti menggunakan bahan ramah lingkungan untuk produk fisik, serta mengedukasi konsumen agar lebih sadar terhadap dampak sosial dari setiap keputusan mereka. Saya yakin, bisnis yang bertanggung jawab sosial akan memiliki nilai jangka panjang yang lebih kuat dan bermakna.


Nilai Etika dan Prinsip Bisnis

Nilai-nilai etika yang saya anggap penting dalam berwirausaha antara lain kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat. Saya ingin membangun bisnis yang jujur dalam harga, kualitas, dan pelayanan. Transparansi menjadi hal utama agar pelanggan merasa percaya dan nyaman. Selain itu, saya ingin selalu menghargai karyawan, rekan kerja, serta pelanggan dengan memperlakukan mereka secara adil dan profesional.

Saya juga percaya bahwa integritas harus dijaga dalam setiap keputusan bisnis. Tidak tergoda untuk melakukan cara-cara tidak etis demi keuntungan cepat adalah prinsip yang ingin saya pegang teguh. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, saya yakin usaha yang saya bangun dapat bertahan dan berkembang dengan reputasi yang baik.


Tantangan dan Strategi Menghadapinya

Saya menyadari bahwa jalan menuju dunia wirausaha tidak mudah. Tantangan seperti keterbatasan modal, persaingan yang ketat, perubahan tren pasar, dan tekanan mental pasti akan saya hadapi. Namun, saya berencana menghadapi semuanya dengan sikap terbuka dan tangguh.

Kebiasaan saya dalam ngoding melatih saya untuk berpikir analitis dan mencari solusi dari setiap masalah. Hobi motoran mengajarkan saya untuk berani mengambil risiko dan menjelajahi hal-hal baru, sementara fotografi melatih kesabaran dan ketelitian. Saya ingin menerapkan semua pelajaran ini dalam menghadapi tantangan bisnis. Selain itu, saya juga berencana untuk terus belajar, mencari mentor, serta bergabung dengan komunitas wirausaha agar bisa mendapatkan bimbingan dan dukungan profesional.


Kesimpulan

Melalui refleksi ini, saya menyadari bahwa motivasi pribadi dan tanggung jawab sosial merupakan dua fondasi utama dalam berwirausaha. Saya ingin menjadi wirausaha yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan memadukan semangat, kreativitas, serta nilai-nilai etika yang kuat, saya berharap langkah kecil yang saya mulai hari ini dapat berkembang menjadi perjalanan panjang menuju usaha yang bermanfaat dan bermakna di masa depan.

Tugas Mandiri 3 - OBSERVASI LINGKUNGAN DAN PENGEMBANGAN IDE BISNIS INOVATIF

 

OBSERVASI LINGKUNGAN DAN PENGEMBANGAN IDE BISNIS INOVATIF

Nama: Farrel Edviant Batubara
Prodi: Teknik Informatika

BAGIAN 1: LATAR BELAKANG

Deskripsi Area Observasi

Observasi dilakukan di area sekitar kampus dan kawasan kos mahasiswa. Wilayah ini dikenal sangat aktif pada pagi hingga malam hari karena banyak mahasiswa, dosen, dan pekerja yang beraktivitas di area tersebut. Di sela-sela kesibukan kuliah atau bekerja, banyak dari mereka yang mencari camilan cepat atau minuman ringan untuk menemani kegiatan.

Namun, kebanyakan warung atau kantin tutup di atas pukul 9 malam. Padahal, banyak mahasiswa yang masih beraktivitas atau belajar hingga larut malam. Akibatnya, mereka sering kesulitan mencari makanan atau minuman ringan tanpa harus keluar jauh dari kos.

Situasi ini menunjukkan adanya peluang bisnis penyedia makanan dan minuman cepat saji yang tersedia 24 jam, dengan sistem modern dan praktis.


Alasan Pemilihan Area

  • Banyak mahasiswa yang beraktivitas hingga malam hari dan membutuhkan makanan cepat dan murah.

  • Minimnya warung atau kantin yang buka 24 jam di sekitar kampus.

  • Area ramai dengan lalu lintas pejalan kaki (mahasiswa, pekerja, dan penghuni kos).

  • Potensi lokasi strategis seperti lobi kos, area parkir kampus, dan koridor fakultas.


Metode Observasi

  • Observasi langsung selama 4 hari di area kampus dan kos mahasiswa.

  • Wawancara informal dengan 2 mahasiswa.

  • Pencatatan pola waktu pembelian makanan dan minuman ringan.

  • Dokumentasi foto lokasi strategis dan catatan perilaku konsumen.


BAGIAN 2: HASIL OBSERVASI

Ringkasan Wawancara

NoPertanyaanJawaban Umum
1Seberapa sering membeli camilan/minuman ringan setiap hari?Rata-rata 1–2 kali sehari.



2Apa kendala utama membeli camilan di malam hari?Warung tutup, jarak jauh, malas keluar, minimarket 24 jam mahal.
3Berapa harga camilan/minuman ringan yang ideal?Rp5.000–Rp8.000.
4Fitur apa yang diharapkan jika ada mesin penjual otomatis?Pembayaran non-tunai (QRIS), pilihan banyak, dan buka 24 jam.

Masalah Teridentifikasi

  • Akses camilan/minuman terbatas pada malam hari.

  • Warung atau kantin tidak buka 24 jam.

  • Tidak semua tempat menyediakan metode pembayaran digital.

  • Kurangnya pilihan snack/minuman sehat dan cepat.


BAGIAN 3: IDE BISNIS TERPILIH

Deskripsi Ide Bisnis – “SnackSmart”

SnackSmart adalah bisnis vending machine cerdas yang menyediakan berbagai camilan dan minuman ringan dengan sistem otomatis berbasis IoT. Mesin ini dapat diakses 24 jam di area kampus, kos, atau tempat umum. Pelanggan cukup memilih produk lewat layar sentuh, lalu membayar menggunakan QRIS, e-wallet, atau kartu debit.

SnackSmart juga dilengkapi dengan sistem pemantauan stok dan suhu otomatis, sehingga produk tetap segar dan tidak kedaluwarsa. Pemilik mesin bisa memantau penjualan dan ketersediaan produk secara real-time melalui dashboard online.


Alasan Pemilihan Ide Bisnis

  • Tren gaya hidup cepat dan digital di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.

  • Minimnya fasilitas penjual makanan ringan otomatis di area kampus.

  • Dapat beroperasi 24 jam tanpa karyawan tetap.

  • Investasi awal menengah dengan potensi keuntungan berulang.

  • Mendukung pembayaran digital dan efisiensi pengelolaan stok.


Business Model Canvas (Sederhana)

KomponenUraian
Key PartnersSupplier snack & minuman, vendor vending machine, mitra kampus/kos.
Key ActivitiesPengisian stok, pemeliharaan mesin, pengelolaan sistem online.
Value PropositionSnack & minuman 24 jam, pembayaran digital, cepat & praktis.
Customer RelationshipsSistem otomatis, promo digital, program loyalitas pengguna.
Customer SegmentsMahasiswa, pekerja malam, penghuni kos, pengunjung kampus.
Key ResourcesMesin vending, stok produk, sistem pemantauan online.
ChannelsPenempatan mesin di area strategis, media sosial, promosi kampus.
Cost StructurePembelian mesin, stok barang, listrik, perawatan mesin.
Revenue StreamsPenjualan produk, iklan digital di layar mesin.

BAGIAN 4: ANALISIS KELAYAKAN

Target Pasar

Mahasiswa dan pekerja usia 17–35 tahun di lingkungan kampus, kos, dan area publik dengan aktivitas tinggi sepanjang hari.


Keunikan / Nilai Tambah

  • Tersedia 24 jam tanpa staf.

  • Pembayaran digital (QRIS, e-wallet, kartu).

  • Pilihan camilan sehat dan minuman dingin.

  • Sistem pemantauan stok otomatis.


Analisis Kompetitor

PesaingKelebihanKekurangan
Warung konvensionalHarga murah, interaksi langsungTidak buka 24 jam, metode pembayaran terbatas
MinimarketProduk lengkap, tempat nyamanJarak jauh, tidak selalu buka malam hari
SnackSmartOtomatis & buka 24 jam, pembayaran digital, praktisButuh modal awal mesin, perawatan rutin

Estimasi Biaya dan Harga

  • Modal awal: Rp15.000.000 – Rp20.000.000 (mesin vending + stok awal).

  • Harga produk: Rp5.000–Rp10.000 per item.

  • Pendapatan harian potensial: 80 item x Rp7.000 = Rp560.000/hari.

  • Laba bersih harian: ± Rp200.000 setelah biaya operasional.


BAGIAN 5: RENCANA IMPLEMENTASI

MingguRencana Aksi
Minggu 1Survei lokasi potensial (kampus, kos, kafe).
Minggu 2Bekerja sama dengan supplier snack & vendor mesin.
Minggu 3Instalasi mesin pertama dan uji sistem pembayaran QRIS.
Minggu 4Promosi melalui media sosial dan spanduk di lokasi.

Sumber Daya yang Diperlukan

  • Mesin vending otomatis.

  • Stok camilan dan minuman ringan.

  • Sistem pembayaran QRIS/e-wallet.

  • Tenaga pengisi ulang & pemelihara mesin.

  • Media promosi online (Instagram, TikTok).


Metrik Keberhasilan

  • Jumlah transaksi harian.

  • Tingkat ketersediaan stok (stock-out rate).

  • Peningkatan omzet bulanan.

  • Feedback positif pelanggan.


BAGIAN 6: REFLEKSI

Pembelajaran dari Tugas

Saya belajar bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan hal baru, tetapi juga dapat berupa memodernisasi kebutuhan sederhana seperti membeli camilan. Dengan teknologi dan sistem otomatis, bisnis dapat berjalan efisien bahkan tanpa kehadiran fisik penjual.


Tantangan yang Dihadapi

  • Menentukan lokasi strategis dengan izin penempatan mesin.

  • Modal awal yang cukup besar.

  • Perawatan dan keamanan mesin di tempat umum.


Rencana Pengembangan Selanjutnya

Menambah fitur pembayaran dengan kartu mahasiswa, menyediakan produk lokal (snack UMKM), serta menampilkan iklan digital di layar vending untuk pendapatan tambahan.


Kesimpulan

Hasil observasi menunjukkan adanya peluang besar bagi bisnis penjualan camilan dan minuman otomatis di lingkungan kampus dan kos. SnackSmart hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kemudahan digital, akses 24 jam, dan sistem tanpa kontak fisik. Dengan konsep ini, bisnis dapat menjangkau kebutuhan masyarakat modern yang serba cepat dan efisien.

Tugas mandiri 01 - Peran Restoran “Sop Ayam Pak Min Klaten” dalam Mendukung Perekonomian Lokal

 Restoran Sop Ayam Pak Min Klaten telah menjadi salah satu pilihan kuliner populer di masyarakat karena cita rasa khas sop ayam tradisional yang hangat dan menyehatkan. Didirikan dengan konsep sederhana namun berkualitas, usaha ini tidak hanya menawarkan makanan bergizi dengan harga terjangkau, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. Pengelolaan yang profesional dan penggunaan bahan baku lokal turut membantu perputaran ekonomi di tingkat daerah.

Nilai tambah dari restoran ini terletak pada keaslian resep turun-temurun serta pelayanan yang cepat dan ramah. Dengan menjaga kualitas rasa dan kebersihan, Sop Ayam Pak Min Klaten mampu mempertahankan pelanggan setia sekaligus menarik pengunjung baru dari luar daerah. Usaha ini membuktikan bahwa konsistensi dalam mutu dan pelayanan dapat menjadi kunci keberhasilan UMKM kuliner di tengah persaingan yang ketat.


Kesimpulan

Restoran Sop Ayam Pak Min Klaten berperan penting dalam memperkuat perekonomian lokal. Melalui penyediaan makanan bergizi, penciptaan lapangan kerja, dan pemanfaatan bahan baku lokal, usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana kuliner tradisional dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.




Senin, 06 Oktober 2025

Analisis Studi Kasus Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha dari Perspektif Motivasi dan Etika

1. Pendahuluan

Kewirausahaan merupakan proses dinamis yang menuntut kombinasi antara visi, motivasi, mindset inovatif, serta etika dalam berbisnis. Keberhasilan tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan, tetapi juga dari kemampuan wirausahawan dalam menjaga nilai dan bertahan di tengah tantangan. Studi kasus ini akan membandingkan dua contoh nyata: keberhasilan Gojek sebagai startup teknologi Indonesia, dan kegagalan Theranos, sebuah startup kesehatan dari Amerika Serikat.


2. Studi Kasus Keberhasilan: Gojek

Latar Belakang

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010 sebagai layanan ojek berbasis telepon. Inovasi platform digital mengubahnya menjadi super-app dengan berbagai layanan seperti Go-Food, Go-Pay, dan lainnya, menjadikannya salah satu unicorn pertama dari Indonesia.

Motivasi

  • Internal: Keinginan membantu pengemudi ojek dan UMKM dengan solusi teknologi lokal.

  • Eksternal: Perkembangan teknologi digital dan kebutuhan masyarakat akan layanan praktis.

Etika dan Tanggung Jawab

  • Menyediakan akses pendapatan yang lebih baik untuk pengemudi.

  • Menjalankan program CSR seperti pelatihan pengemudi dan dukungan UMKM.

Mindset

  • Growth mindset: Terbuka terhadap perubahan dan pengembangan produk secara berkelanjutan.

  • Opportunity-oriented: Cepat merespons kebutuhan pasar, misalnya dengan meluncurkan GoPay saat tren cashless berkembang.

Resilience

  • Mampu bertahan dan tumbuh meski menghadapi tekanan regulasi, persaingan dengan Grab, dan tantangan pandemi COVID-19.


3. Studi Kasus Kegagalan: Theranos

Latar Belakang

Theranos adalah perusahaan teknologi kesehatan yang didirikan oleh Elizabeth Holmes pada 2003. Mengklaim mampu melakukan ratusan tes darah hanya dari satu tetes darah, Theranos menarik investasi besar. Namun, klaim tersebut ternyata tidak didukung data valid.

Motivasi

  • Internal: Ambisi besar pendiri untuk mengubah industri kesehatan.

  • Eksternal: Permintaan global terhadap inovasi dalam teknologi kesehatan.

Etika dan Tanggung Jawab

  • Melanggar etika bisnis dengan memanipulasi data hasil tes.

  • Menyesatkan investor dan pasien dengan klaim teknologi yang tidak terbukti.

Mindset

  • Terlalu fokus pada pencitraan dan keuntungan.

  • Gagal mengembangkan sistem yang benar-benar fungsional.

Resilience

  • Tidak mampu menghadapi tekanan investigasi media dan regulator.

  • Ketergantungan pada pencitraan menyebabkan kejatuhan saat kebenaran terungkap.


 Analisis Perbandingan: Gojek vs Theranos

AspekGojek (Keberhasilan)Theranos (Kegagalan)
Motivasi InternalKuat, berbasis sosial dan teknologi lokalAmbisi besar namun kurang realistis
Motivasi EksternalKebutuhan digitalisasi layanan publikTuntutan pasar akan inovasi medis
Etika BisnisTinggi, membantu pengemudi dan UMKMRendah, manipulasi data dan menipu publik
MindsetInovatif, adaptif, growth mindsetFokus pada citra, kurang orientasi inovasi nyata
ResilienceTangguh hadapi regulasi & pandemiRuntuh saat diuji oleh kebenaran dan regulasi

5. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kisah Gojek dan Theranos menunjukkan bahwa motivasi dan etika sangat menentukan arah keberhasilan wirausaha. Gojek sukses karena membangun bisnis dengan niat sosial yang kuat, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perubahan. Theranos, meskipun memiliki ambisi besar, gagal karena mengabaikan etika dan kurang transparansi.

Rekomendasi:

  • Wirausahawan perlu membangun motivasi yang kuat dan realistis sejak awal.

  • Etika bisnis tidak bisa ditawar. Transparansi dan kejujuran adalah fondasi kepercayaan konsumen dan investor.

  • Mindset adaptif dan berorientasi solusi membantu usaha bertahan dalam jangka panjang.

  • Inovasi harus didukung oleh validasi ilmiah dan bukan sekadar janji.


Sumber:

  • Kompas.com. (2020). Kisah Perjalanan Gojek Menjadi Unicorn.

  • CNBC Indonesia. (2021). Gojek dan Tantangan Bisnis Digital.

  • ABC News. (2019). How Theranos Misled the Public.

  • Forbes. (2018). The Rise and Fall of Theranos.

  • Harvard Business Review. (2020). Ethical Lessons from the Theranos Scandal.

Tugas Mandiri 15

  Tugas Mandiri 15 Riset Tren Kewirausahaan Global & Peluang Digital Topik: Artificial Intelligence for Small Business 1. Ringkasan Tren...