Senin, 12 Januari 2026

Tugas Mandiri 10

 

Regulasi dan Tantangan Bisnis Internasional

Farrel Edviant Batubara - AE39

Bagian I – Analisis Regulasi dan Hambatan Perdagangan (60%)

1. Penetapan Produk dan Target Pasar Global

Produk yang dipilih:
Kopi Arabika Indonesia (green bean dan roasted coffee)

Negara target utama:
Amerika Serikat

Alasan pemilihan:
Indonesia adalah salah satu produsen kopi arabika terbesar di dunia (Gayo, Toraja, Kintamani). Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengimpor dan konsumen kopi terbesar di dunia dengan permintaan tinggi terhadap kopi specialty dan single origin.


2. Analisis Regulasi Ekspor di Indonesia

a. Klasifikasi Produk (HS Code)

HS Code untuk kopi:

  • 0901.11 – Kopi tidak disangrai (green bean)

  • 0901.21 – Kopi sangrai (roasted coffee)

Kegunaan HS Code:
HS Code digunakan secara internasional untuk:

  • Menentukan tarif bea masuk di negara tujuan

  • Mengatur statistik perdagangan

  • Menentukan apakah produk memerlukan izin atau sertifikat khusus

  • Menentukan larangan dan pembatasan ekspor


b. Dokumen Ekspor Utama

Tiga dokumen utama:

  1. Commercial Invoice
    Berisi data penjual, pembeli, jenis barang, harga, jumlah, dan nilai transaksi. Digunakan oleh bea cukai untuk menghitung pajak dan bea.

  2. Packing List
    Menjelaskan detail kemasan: jumlah karung kopi, berat bersih dan kotor, dan cara pengepakan.

  3. Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB)
    Dokumen pengangkutan yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran atau maskapai. Menjadi bukti kepemilikan dan kontrak pengiriman barang.


c. Perizinan Khusus

Surat Keterangan Asal (SKA / Certificate of Origin – Form A)
Dokumen resmi dari Kementerian Perdagangan yang membuktikan bahwa kopi berasal dari Indonesia. Digunakan untuk mendapatkan tarif preferensi di negara tujuan.


3. Regulasi Impor di Amerika Serikat

a. Tarif Bea Masuk

Kopi (HS 0901) umumnya 0% bea masuk ke AS, terutama kopi mentah (green bean).
Indonesia dapat memanfaatkan Generalized System of Preferences (GSP) dari AS sehingga tarif tetap nol jika disertai SKA.


b. Hambatan Non-Tarif

Hambatan utama: Food Safety Regulation (FDA)

AS mewajibkan:

  • Registrasi eksportir di US FDA

  • Kepatuhan terhadap Food Safety Modernization Act (FSMA)

  • Produk harus bebas jamur, aflatoksin, dan kontaminan

Cara mengatasinya:

  • Menggunakan fasilitas pengolahan kopi yang bersertifikat

  • Melakukan uji laboratorium

  • Mendaftarkan eksportir ke FDA

  • Menggunakan kemasan food-grade dan label yang sesuai


Bagian II – Tantangan dan Strategi Perdagangan Internasional (40%)

4. Penetapan Incoterms

Incoterms pilihan: CIF (Cost, Insurance, and Freight)

Alasan pemilihan:

  • Lebih menarik bagi pembeli baru

  • Penjual mengurus asuransi dan pengiriman sampai pelabuhan AS

  • Cocok untuk membangun kepercayaan awal

Transfer Risiko:
Risiko berpindah dari penjual ke pembeli saat barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan Indonesia, meskipun biaya dan asuransi masih ditanggung penjual.


5. Strategi Manajemen Risiko

RisikoDampakStrategi
Fluktuasi kursPendapatan rupiah bisa turunGunakan kontrak dalam USD atau hedging
Sengketa dagangPembeli menolak bayarGunakan Letter of Credit dan asuransi ekspor

6. Etika dan Budaya Bisnis AS

Aspek budaya: Profesionalisme dan ketepatan waktu

Implementasi:

  • Email dibalas cepat

  • Kontrak tertulis jelas

  • Kualitas dan deadline harus konsisten


Kesimpulan

Ekspor kopi Arabika Indonesia ke Amerika Serikat sangat potensial karena tarif nol, permintaan tinggi, dan dukungan perdagangan internasional. Namun, eksportir harus mematuhi regulasi Indonesia dan AS, memilih Incoterms yang tepat, serta menerapkan strategi mitigasi risiko dan etika bisnis internasional.

Tugas Mandiri 15

  Tugas Mandiri 15 Riset Tren Kewirausahaan Global & Peluang Digital Topik: Artificial Intelligence for Small Business 1. Ringkasan Tren...