Regulasi dan Tantangan Bisnis Internasional
Bagian I – Analisis Regulasi dan Hambatan Perdagangan (60%)
1. Penetapan Produk dan Target Pasar Global
Produk yang dipilih:
Kopi Arabika Indonesia (green bean dan roasted coffee)
Negara target utama:
Amerika Serikat
Alasan pemilihan:
Indonesia adalah salah satu produsen kopi arabika terbesar di dunia (Gayo, Toraja, Kintamani). Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengimpor dan konsumen kopi terbesar di dunia dengan permintaan tinggi terhadap kopi specialty dan single origin.
2. Analisis Regulasi Ekspor di Indonesia
a. Klasifikasi Produk (HS Code)
HS Code untuk kopi:
-
0901.11 – Kopi tidak disangrai (green bean)
-
0901.21 – Kopi sangrai (roasted coffee)
Kegunaan HS Code:
HS Code digunakan secara internasional untuk:
-
Menentukan tarif bea masuk di negara tujuan
-
Mengatur statistik perdagangan
-
Menentukan apakah produk memerlukan izin atau sertifikat khusus
-
Menentukan larangan dan pembatasan ekspor
b. Dokumen Ekspor Utama
Tiga dokumen utama:
-
Commercial Invoice
Berisi data penjual, pembeli, jenis barang, harga, jumlah, dan nilai transaksi. Digunakan oleh bea cukai untuk menghitung pajak dan bea. -
Packing List
Menjelaskan detail kemasan: jumlah karung kopi, berat bersih dan kotor, dan cara pengepakan. -
Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB)
Dokumen pengangkutan yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran atau maskapai. Menjadi bukti kepemilikan dan kontrak pengiriman barang.
c. Perizinan Khusus
Surat Keterangan Asal (SKA / Certificate of Origin – Form A)
Dokumen resmi dari Kementerian Perdagangan yang membuktikan bahwa kopi berasal dari Indonesia. Digunakan untuk mendapatkan tarif preferensi di negara tujuan.
3. Regulasi Impor di Amerika Serikat
a. Tarif Bea Masuk
Kopi (HS 0901) umumnya 0% bea masuk ke AS, terutama kopi mentah (green bean).
Indonesia dapat memanfaatkan Generalized System of Preferences (GSP) dari AS sehingga tarif tetap nol jika disertai SKA.
b. Hambatan Non-Tarif
Hambatan utama: Food Safety Regulation (FDA)
AS mewajibkan:
-
Registrasi eksportir di US FDA
-
Kepatuhan terhadap Food Safety Modernization Act (FSMA)
-
Produk harus bebas jamur, aflatoksin, dan kontaminan
Cara mengatasinya:
-
Menggunakan fasilitas pengolahan kopi yang bersertifikat
-
Melakukan uji laboratorium
-
Mendaftarkan eksportir ke FDA
-
Menggunakan kemasan food-grade dan label yang sesuai
Bagian II – Tantangan dan Strategi Perdagangan Internasional (40%)
4. Penetapan Incoterms
Incoterms pilihan: CIF (Cost, Insurance, and Freight)
Alasan pemilihan:
-
Lebih menarik bagi pembeli baru
-
Penjual mengurus asuransi dan pengiriman sampai pelabuhan AS
-
Cocok untuk membangun kepercayaan awal
Transfer Risiko:
Risiko berpindah dari penjual ke pembeli saat barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan Indonesia, meskipun biaya dan asuransi masih ditanggung penjual.
5. Strategi Manajemen Risiko
| Risiko | Dampak | Strategi |
|---|---|---|
| Fluktuasi kurs | Pendapatan rupiah bisa turun | Gunakan kontrak dalam USD atau hedging |
| Sengketa dagang | Pembeli menolak bayar | Gunakan Letter of Credit dan asuransi ekspor |
6. Etika dan Budaya Bisnis AS
Aspek budaya: Profesionalisme dan ketepatan waktu
Implementasi:
-
Email dibalas cepat
-
Kontrak tertulis jelas
-
Kualitas dan deadline harus konsisten
Kesimpulan
Ekspor kopi Arabika Indonesia ke Amerika Serikat sangat potensial karena tarif nol, permintaan tinggi, dan dukungan perdagangan internasional. Namun, eksportir harus mematuhi regulasi Indonesia dan AS, memilih Incoterms yang tepat, serta menerapkan strategi mitigasi risiko dan etika bisnis internasional.