TUGAS TERSTRUKTUR 07
Topik: Rencana Operasional dan Prosedur Pengendalian Mutu Usaha
Farrel Edviant Batubara (AE39) - File Google Docs Dosen Pengampu: Atep Afia Hidayat, Ir. MP
Nama Usaha
CrispyKita – Usaha Produksi Keripik Pisang Premium
1. Deskripsi Produk dan Proses Produksi
CrispyKita adalah usaha produksi makanan ringan berupa keripik pisang premium dengan berbagai varian rasa seperti original, cokelat, keju, dan balado. Produk ini ditujukan untuk pasar mahasiswa, pekerja muda, dan penikmat camilan sehat dengan kemasan modern.
Bahan baku utama berupa pisang kepok berkualitas, minyak goreng, bumbu perasa, dan kemasan plastik food grade.
Alur Proses Produksi
Penerimaan bahan baku → Pencucian → Pengupasan → Pemotongan → Perendaman → Penggorengan → Penirisan → Pemberian rasa → Pendinginan → Pengemasan → Penyimpanan
2. Perencanaan Kapasitas dan Jadwal Produksi
Kapasitas produksi dirancang untuk 50 kg pisang mentah per hari, menghasilkan ±25 kg keripik jadi atau sekitar 500 bungkus @50 gram.
Jadwal Produksi Harian
| Waktu | Aktivitas |
|---|---|
| 08.00–09.00 | Persiapan bahan baku |
| 09.00–11.00 | Pengupasan & pemotongan |
| 11.00–13.00 | Penggorengan |
| 13.00–14.00 | Istirahat |
| 14.00–15.30 | Pemberian rasa |
| 15.30–17.00 | Pengemasan dan penyimpanan |
3. Alokasi Sumber Daya
Tenaga Kerja
| Posisi | Jumlah | Tugas |
|---|---|---|
| Produksi | 3 orang | Kupas, goreng, beri rasa |
| QC | 1 orang | Cek mutu |
| Pengemasan | 2 orang | Packing & label |
Bahan Baku Harian
-
Pisang kepok: 50 kg
-
Minyak goreng: 10 liter
-
Bumbu rasa: 2 kg
-
Kemasan: 500 pcs
Peralatan
-
Kompor gas
-
Wajan besar
-
Mesin pemotong
-
Spinner minyak
-
Timbangan
-
Sealer plastik
4. Layout Fasilitas dan Alur Kerja
Alur ruang:
Gudang bahan → Area cuci → Area potong → Area goreng → Area penirisan → Area bumbu → Area kemas → Gudang produk
Layout ini mengikuti prinsip aliran satu arah untuk mencegah kontaminasi silang.
5. Estimasi Biaya Operasional Harian
| Komponen | Biaya (Rp) |
|---|---|
| Pisang | 500.000 |
| Minyak | 200.000 |
| Bumbu | 150.000 |
| Kemasan | 100.000 |
| Tenaga kerja | 400.000 |
| Gas & listrik | 100.000 |
| Total | 1.450.000 |
Dengan produksi 500 bungkus, biaya per bungkus ≈ Rp 2.900.
6. Prosedur Pengendalian Mutu (Quality Control)
Standar Kualitas
-
Warna kuning keemasan
-
Tidak berminyak
-
Rasa konsisten
-
Renyah minimal 7 hari
-
Kemasan tertutup rapat
Tahap Inspeksi
| Tahap | Metode |
|---|---|
| Bahan baku | Cek visual & bau |
| Setelah goreng | Cek warna & tekstur |
| Setelah bumbu | Cek rasa |
| Setelah kemas | Cek seal & berat |
7. Sistem Pencatatan Mutu
Form QC harian:
| Tanggal | Batch | Cacat | Jenis Cacat | Tindakan |
|---|
8. Tindakan Korektif dan Preventif
Jika ditemukan produk berminyak:
-
Koreksi: produk disaring ulang
-
Preventif: tambah waktu penirisan
Jika rasa tidak konsisten:
-
Koreksi: ulang bumbu
-
Preventif: gunakan takaran baku
9. Penerapan PDCA
Plan: Target 500 bungkus/hari
Do: Produksi sesuai SOP
Check: QC cek 10% produk
Act: Perbaiki jika ada cacat
10. Kesimpulan
CrispyKita memiliki sistem operasional yang realistis dan sistem SQC berbasis standar mutu. Dengan SOP, pencatatan, dan kontrol kualitas, usaha ini layak dikembangkan sebagai UMKM modern.