Minggu, 11 Januari 2026

Tugas Terstruktur 7

 

TUGAS TERSTRUKTUR 07

Topik: Rencana Operasional dan Prosedur Pengendalian Mutu Usaha

Farrel Edviant Batubara (AE39) - File Google Docs Dosen Pengampu: Atep Afia Hidayat, Ir. MP

Nama Usaha

CrispyKita – Usaha Produksi Keripik Pisang Premium


1. Deskripsi Produk dan Proses Produksi

CrispyKita adalah usaha produksi makanan ringan berupa keripik pisang premium dengan berbagai varian rasa seperti original, cokelat, keju, dan balado. Produk ini ditujukan untuk pasar mahasiswa, pekerja muda, dan penikmat camilan sehat dengan kemasan modern.

Bahan baku utama berupa pisang kepok berkualitas, minyak goreng, bumbu perasa, dan kemasan plastik food grade.

Alur Proses Produksi

Penerimaan bahan baku → Pencucian → Pengupasan → Pemotongan → Perendaman → Penggorengan → Penirisan → Pemberian rasa → Pendinginan → Pengemasan → Penyimpanan


2. Perencanaan Kapasitas dan Jadwal Produksi

Kapasitas produksi dirancang untuk 50 kg pisang mentah per hari, menghasilkan ±25 kg keripik jadi atau sekitar 500 bungkus @50 gram.

Jadwal Produksi Harian

WaktuAktivitas
08.00–09.00Persiapan bahan baku
09.00–11.00Pengupasan & pemotongan
11.00–13.00Penggorengan
13.00–14.00Istirahat
14.00–15.30Pemberian rasa
15.30–17.00Pengemasan dan penyimpanan

3. Alokasi Sumber Daya

Tenaga Kerja

PosisiJumlahTugas
Produksi3 orangKupas, goreng, beri rasa
QC1 orangCek mutu
Pengemasan2 orangPacking & label

Bahan Baku Harian

  • Pisang kepok: 50 kg

  • Minyak goreng: 10 liter

  • Bumbu rasa: 2 kg

  • Kemasan: 500 pcs

Peralatan

  • Kompor gas

  • Wajan besar

  • Mesin pemotong

  • Spinner minyak

  • Timbangan

  • Sealer plastik


4. Layout Fasilitas dan Alur Kerja

Alur ruang:

Gudang bahan → Area cuci → Area potong → Area goreng → Area penirisan → Area bumbu → Area kemas → Gudang produk

Layout ini mengikuti prinsip aliran satu arah untuk mencegah kontaminasi silang.


5. Estimasi Biaya Operasional Harian

KomponenBiaya (Rp)
Pisang500.000
Minyak200.000
Bumbu150.000
Kemasan100.000
Tenaga kerja400.000
Gas & listrik100.000
Total1.450.000

Dengan produksi 500 bungkus, biaya per bungkus ≈ Rp 2.900.


6. Prosedur Pengendalian Mutu (Quality Control)

Standar Kualitas

  • Warna kuning keemasan

  • Tidak berminyak

  • Rasa konsisten

  • Renyah minimal 7 hari

  • Kemasan tertutup rapat

Tahap Inspeksi

TahapMetode
Bahan bakuCek visual & bau
Setelah gorengCek warna & tekstur
Setelah bumbuCek rasa
Setelah kemasCek seal & berat

7. Sistem Pencatatan Mutu

Form QC harian:

TanggalBatchCacatJenis CacatTindakan

8. Tindakan Korektif dan Preventif

Jika ditemukan produk berminyak:

  • Koreksi: produk disaring ulang

  • Preventif: tambah waktu penirisan

Jika rasa tidak konsisten:

  • Koreksi: ulang bumbu

  • Preventif: gunakan takaran baku


9. Penerapan PDCA

Plan: Target 500 bungkus/hari
Do: Produksi sesuai SOP
Check: QC cek 10% produk
Act: Perbaiki jika ada cacat


10. Kesimpulan

CrispyKita memiliki sistem operasional yang realistis dan sistem SQC berbasis standar mutu. Dengan SOP, pencatatan, dan kontrol kualitas, usaha ini layak dikembangkan sebagai UMKM modern.

Tugas Mandiri 15

  Tugas Mandiri 15 Riset Tren Kewirausahaan Global & Peluang Digital Topik: Artificial Intelligence for Small Business 1. Ringkasan Tren...